- 0 Bicara
-
this wiki
Utama

Added by Bellamy.budimanDaftar isi |
Asal-Usul
Edit
Bhagas pertama kali ditemukan oleh David "Nyonyo" Widyanto ketika menjalani studi di SMU St. Theresia, Jakarta. Diduga awalnya Bhagas bukan manusia nyata, melainkan teman imajiner Nyonyo selama masa SMU, yang kemudian menjadi nyata dan mengganggu ketentraman masyarakat.
Teori lain mengatakan bahwa Bhagas merupakan makhluk mitologi Jawa Kuno, yang gemar mengganggu penjaga toko. Secara fisik, serupa dengan Bigfoot atau Sasquatch di Amerika Serikat. Sehubungan dengan teori ini, maka Yeti di Tibet dan Yowie di Australia pun diduga masih satu rumpun dengannya.
Bhagas juga menerima bayaran royalti setiap kali sebuah karakter gorila muncul di serial TV, film layar lebar, maupun film dokumenter. Hal ini sudah lumrah semenjak kehadiran film King Kong pertama pada tahun 1933, diikuti dengan film-film lainnya seperti Congo, Mighty Joe Young, King Kong (2005), Tarzan, hingga film-film dokumenter umum di Animal Planet serta film-film lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu di sini.
Konon, kata BAGAS itu sendiri berasal dari singkatan BAdut GAy Sekali. Namun teori ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih dalam tahap pengajuan untuk disahkan, karena ejaan yang tepat adalah Bhagas, dan bukan Bagas.
Sebagai catatan, foto yang Anda lihat di halaman ini adalah foto Bhagas sesungguhnya.
Fisiologi
Edit
40% DNA Bhagas identik dengan DNA manusia normal. Dibandingkan bentuk tubuh manusia, Bhagas memiliki kapasitas otak yang 145% lebih kecil dari manusia biasa (walaupun besar kepalanya kurang lebih sama dengan manusia). Dalam sekilas, Bhagas bisa dikatakan mirip dengan makanan ringan Gemblong yang diberi kaki dan tangan.
Sehubungan dengan kapasitas mental tersebut, Bhagas juga sering dibandingkan dengan karakter Patrick Star dari serial kartun SpongeBob SquarePants.
Kehidupan Pribadi
Edit
Bhagas dikenal gemar mencela orang-orang disekitarnya dengan kata-kata seperti "gay" atau "homo". Selama hidupnya Bhagas juga belum pernah berusaha menjalin hubungan dengan wanita. Atas dasar fakta-fakta inilah, maka dapat diasumsikan bahwa preferensi seks Bhagas adalah homoseksual atau paling tidak memiliki kecenderungan menjadi seorang homoseks, yang memang semakin hari semakin menjadi di Indonesia.
Hobi Bhagas yang diketahui dan sering dilakukannya sehari-hari antara lain:
- Mengkoleksi foto mobil dan velg mobil dari situs Permaisuri.
- Mendatangi toko dan menanyakan harga-harga suku cadang dan aksesoris mobil, komputer, gadget dan hal-hal lain sebagainya, tanpa ada maksud untuk membeli barang-barang tersebut.
Kutipan
Edit
Bhagas dalam kesehariannya paling dikenal dunia dengan kutipan-kutipan bodoh seperti:
- "Eh jangan loh!"
- "Ntar gue liat bokap dulu deh"
- "Kalo dipikir-pikir rugi"
- "Mending nunggu yang baruan"
- "Ooooooooooooooooooooo!!!"
Kutipan-kutipan ini, kecuali "Ooooooooooooooooooooo!!!", sering dipakai Bhagas dalam metode pembelian sebuah barang atau jasa, yang pada akhirnya pun tidak jadi dibeli. Setelah diadakan observasi yang signifikan selama beberapa tahun, dapat disimpulkan bahwa passion seorang Bhagas terletak pada tantangan menemukan barang atau jasa yang selalu lebih baik dari yang ada sekarang.
Penjelasan tentang Metode Pembelian Sebuah Barang atau Jasa yang dipakai Bhagas dapat dilihat di halaman ini.
Penggunaan dalam Budaya Populer
Edit
Seiring dengan berkembangnya kesadaran masyarakat atas Bhagas dan fenomena yang dihasilkannya, kita pun dapat menggunakan kata ganti "Bhagas" untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak sewajarnya dilakukan orang pada umumnya. Contoh:
- "Gila ya loe? Bhagas banget sih?!" - untuk mengekspresikan kekagetan seseorang terhadap perbuatan temannya.
- "Jangan Bhagas deh!" - untuk mengekspresikan ketidakinginan seseorang terhadap perbuatan orang lain.
- "Besok gue mau ke pameran komputer, tapi ngeBhagas doang sih!" - untuk mengekspresikan minat seseorang yang hanya mencari info atau cuci mata, bukan membeli produk.
- "Duh... Lalatnya Bhagas banget sih!" - sebagai pengganti kata "mengganggu".
- "Dosen yang nyidang gue Bhagas nih!" - untuk menjelaskan pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang dianggap kurang penting.
Kata "Bhagas" itu sendiri sah penggunaannya sebagai kata ganti, seperti halnya "Jayus" atau "Smurf".